Advertisement

Kunci² Kebaikan [2]

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم..الحمدلله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، وعلى اله وصحبه أجمعين
Selamat pagi~

Alhamdulillah syukur kita sekali lagi, kerana masih lagi diberikan peluang oleh Allah SWT untuk teruskan kehidupan seperti biasa sehingga hari ini. Rabu 28 October 2009 bersamaan dengan 10 Zulkaedah 1430H. Pagi ni, nak sambung post semalam. Post yang bertajuk, Kunci² Kebaikan bahagian [2]. Jom sama² kita tinjau. Semoga Bermanfaat, Insya`Allah.

Tapi sebelum tu, saya nak ucapkan ribuan terima kasih pada semua sahabat yang sentiasa memberikan sokongan yang baik terhadap blog saya ni. Alhamdulillah~ Yang sangat² saya hargai, pada blogger ni. Saudara Etuza, dari Sabah. Jazakallahu khoiran kathir, cikgu. he~ `Terima kasih kerana sentiasa luangkan masa untuk tinjau² blog saya yang tak seberapa ni` ~End.

TAUHID: KUNCI SURGA

Kebaikan terpuncak bagi seseorang yang mengimani adanya kampung akhirat adalah menjadi penghuni negri keselamatan, kenikmatan dan kebahagiaan abadi. Dan negri inilah yang menjadi tujuan bagi berbagai pemeluk agama yang ada. Tidak hanya kaum muslimin yang menginginkan hidup di dalam surga, bahkan orang-orang Yahudi ataupun Nasrani mengklaim bahwa surga hanya layak ditempati oleh golongan mereka saja. Allah berfirman,

"Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, `Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani."
Akan tetapi, Allah langsung membantah mereka dengan firman-Nya dalam ayat yang sama,

"Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah, `Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar." [al-Baqarah: 111]
Iya, dakwaan mereka langsung Allah bantah dan dinyatakan sebagai angan-angan yang kosong. Karena memang surga yang mereka klaim itu sesungguhnya memiliki kunci yang tidak mungkin dimiliki oleh orang yang hanya sekedar mengaku-aku tanpa bukti kepemilikan. Maka Allah pun memerintahkan agar mereka menunjukkan bukti bahwa mereka adalah benar-benar layak masuk surga.

Lalu pada aya berikutnya, Allah menjelaskan apa yang bisa menjadi bukti bahwa seseorang layak masuk surga. Allah berfirman,

"(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat ihsan, maka baginya pahala pada sisi Rabbnya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." [al-Baqarah: 112]
Syekh as-Sa'di menjelaskan ayat ini dengan berkata, "Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, maksudnya, barangsiapa mengikhlaskan (memurnikan) amalannya hanya untuk Allah, dengan mengarahkan hatinya hanya kepada-Nya. Sedang ia bersamaan dengan keikhlasannya itu, berbuat ihsan dalam beribadah kepada Rabbnya, yaitu dengan beribadah sesuai dengan syariat-Nya. Maka hanya mereka itulah orang-orang yang berhak menjadi penghuni surga."12
Sesungguhnya apa yang Allah sebutkan dalam ayat tersebut sebagai bukti seseorang akan masuk surga, tidak lain dan tidak bukan adalah implementasi dari kalimat tauhid laa ilaaha illallah Muhammad rasulullah.

Kemudian, telah disebutkan dalam Shaih Muslim, dari hadits Umar bin al-Khatthab, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

"Tidak ada seorang pun dari kalian yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian dia mengucapkan `Asyhadu allaa ilaaha illallah wa anna Muhammadan abduhu wa rasuluhu' melainkan dibuka baginya pintu-pintu surga yang berjumlah delapan. Dia akan masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki."3Syekh Abdurrazaq al-Badr – hafizhahullah – menegaskan, "Ini adalah dalil yang shahih lagi tegas menunjukkan bahwa pintu-pintu surga yang berjumlah delapan akan dibuka dengan tauhid, dibuka dengan syahadat laa ilaaha illallah. Adapun orang yang tidak melaksanakan tauhid, maka keadaan mereka sebagaimana yang Allah firmankan,"
"Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum." [al-A'raf: 40]14
Maka jelaslah bahwa kunci surga adalah tauhid, yaitu pelaksanaan kalimat syahadat laa ilaaha illallah Muhammad rasulullah.

Dan harus kita ketahui bahwa kunci yang agung ini tidak akan memberikan manfaat jika hanya diucapkan saja tanpa pemenuhan hak-haknya. Betapa banyak kaum munafikin yang pada zaman Nabi SAW mengucapkan kalimat yang agung ini, namun karena mereka tidak memenuhi hak-haknya, mereka tetap tidak selamat dari siksaan neraka. Bahkan mereka berada di dasar neraka yang paling dalam. Sebagaimana firman Allah tentang mereka,

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka." [an-Nisa: 145]
Maka seorang muslim mukmin, yang ingin memiliki kunci ini dan mengambil manfaat darinya, dia harus memenuhi hak-hak dari kalimat ini. Dia harus memenuhi rukun dan syarat dari kalimat tauhid yang dia ucapkan.

Secara ringkas, rukun laa ilaaha illallah ada dua, pertama meniadakan adanya hak untuk diibadahi pada dzat selain Allah. Dan yang kedua adalah menetapkan dan melakukan peribadahan hanya kepada Allah. Sedangkan rukun syahadat Muhammad rasulullah, pertama mengakui bahwa beliau adalah manusia, hamba Allah yang tidak berhak diibadahi. Dan yang kedua menetapkan bahwa beliau adalah utusan Allah, sehingga beliau tidak boleh diremehkan dan dilecehkan, bahkan harus ditaati.

Adapun syarat laa ilaaha illallah, para ulama menyebutkan ada tujuh: ilmu yang meniadakan kebodohan, keyakinan yang menolak keragu-raguan, penerimaan yang meniadakan penolakan, ketundukan yang meniadakan pengabaian, ikhlas yang menolak kesyirikan, kejujuran yang meniadakan kedustaan, dan kecintaan yang menolak kebencian.

Sedangkan syarat syahadat Muhammad rasulullah adalah, mengakui dan meyakini kerasulan beliau secara lahir dan batin, meneladani beliau dengan cara mengamalkan kebenaran yang beliau bawa dan meninggalkan kebatilan yang beliau larang, membenarkan semua berita yang beliau sampaikan, mencintai beliau lebih dari kecintaan terhadap diri sendiri, harta, anak, orangtua, dan seluruh manusia, dan mendahulukan perkataan beliau atas perkataan setiap orang serta mengamalkan sunnah (tuntunan) beliau.15

12 Taisirul Karimir Rahman fi Tafsiri Kalamil Mannan, hlm. 63.

13 Shohih Muslim (no. 234)

14 Mafatihul Khair, hlm. 13

15 Tentang rukun dan syarat dua kalimat syahadat ini, telah dijelaskan oleh Syekh Shalilh al-Fauzan dalam Aqidatul Tauhid hlm. 40-45


Habis, nanti Insya`Allah ade sambungan lagi~

Wassalam,
SahabatMusleem
Kunci² Kebaikan [2] Kunci² Kebaikan [2] Reviewed by Julia Tarmidi on 8:17:00 AM Rating: 5

1 comment:

  1. Asalamualaikum..satu catatan&perkongsian yang sangat bagus untuk dikongsi,saya harap ramai lagi kawan blog lain yang akan membaca "Tauhid Kunci Syurga". Setinggi2 penghargaan yang ikhlas pada blog sahabatmusleem atas ucapan itu. Kami di sabah gembira sangat2. Sebelum nak balik ke blogku..saya minta agar di ikhlskan apa yang saya copy paste lalu menjadi hiasan etuza blog...cantik itu kekaguman kita kepada yang Esa. Salam...see u

    ReplyDelete

Powered by Blogger.