Advertisement

Kunci² Kebaikan [1]

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم..الحمدلله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، وعلى اله وصحبه أجمعين

Selamat Pagi. :D he~

Hari ni dah 27 October 2009 bersamaan dengan 9 Zulkaedah 1430H. Syukur alhamdulillah, kerana saya masih disini. Masih lagi diberikan peluang untuk saya teruskan kehidupan seperti biasa sehingga hari ini. Laparla pagi ni. On the way ke ofiice, jeling² gakla mata pagi tadi kat gerai². Kot ade jual sandwich atau air soya ke. huh! Takde. Takde rezeki~ Takpelah, makan tengahari karanglah kalo rajin nak keluar~ Insya`Allah. he~

Tanpa buang masa, jom terus ke artikel. Aha, tajuk artikel pagi ni. "Ilmu Kunci Utama". Kenapa ilmu itu kunci utama? hah, jom kita tinjau, semoga ada manfaat. Insya`Allah.

Disusun oleh Tim Redaksi majalah Nikah

MUKADIMAH

Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat dan karunia-Nya segala amalan shalih bisa terwujud dengan sempurna. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Nabi kita Muhammad SAW, keluarga, para sahabat dan semua orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat.

Dalam beribadah kepada Allah, seorang muslim tentu sangat mengharapkan kebaikan dari Allah. Ketika dia bersyukur, bersabar ataupun ketika bertaubat dari kesalahan, pasti kebaikanlah yang dituju. Inilah sesungguhnya niat ikhlas yang ada pada diri seorang muslim ketika melakukan suatu amalan. Dia hanya mengharapkan kebaikan dari Allah SWT, tidak dari selain-Nya.

Akan tetapi, niat ikhlas semata tidaklah cukup untuk memenuhi syarat diterimanya amal ibadah seseorang. Selain ikhlas, tentu harus ada kesesuaian amal yang dilakukan dengan tuntunan syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Inilah dua hal yang dikenal sebagai dua syarat diterimanya amal ibadah di sisi Allah SWT.

Dua syarat ini bukanlah syarat yang dibuat-buat oleh manusia. Akan tetapi lebih dari itu, dua syarat ini sesungguhnya didapatkan dari petunjuk Allah dan Rasul-Nya SAW dalam al-Qur'an maupun as-Sunnah.

Di antara petunjuk wahyu akan syarat pertama, yaitu keikhlasan dalam beramal, adalah firman Allah SWT,

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus." (al-Bayyinah: 5)
Dan firman-Nya

"Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." [al-An'aam: 88]
Dan petunjuk akan syarat kedua, yaitu kesesuaian amal dengan tuntunan Rasulullah SAW, adalah sabda beliau,

"Barangsiapa melakukan amalan yang tidak ada tuntutannya dari kami, maka tertolak." [Muttafaq `alaih]
Pantas saja, jika Abdulullah bin Mas'ud pernah mengatakan, "Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun dia tidak mendapatkannya."
Dari sini saja kita bisa melihat, bahwa untuk memperoleh kebaikan yang kita inginkan tentu kita harus memiliki kuncinya. Dengan kunci tersebut, kita bisa membuka berbagai pintu-pintu kebaikan.

Dan tanpa kunci itu, kebaikan tidak akan bisa diperoleh. Maka sangat penting kiranya bagi kita untuk mengetahui kunci-kunci kebaikan yang begitu banyak.

KUNCI² KEBAIKAN
Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata,

"Allah telah menjadikan kunci sebagai pembuka bagi setiap perkara yang dituntut. Dia menjadikan kunci shalat adalah besuci, sebagaimana sabda Nabi SAW,

"Kunci shalat adalah bersuci."1
Dan kunci haji adalah ihram. Kunci kebajikan adalah kejujuran. Kunci surga adalah tauhid. Kunci ilmu adalah sikap yang baik dalam bertanya dan mendengar. Kunci pertolongan dan kemenangan adalah kesabaran. Kunci bertambahnya nikmat adalah syukur. Kunci kewalian adalah kecintaan dan dzikir. Kunci keberuntungan adalah takwa. Kunci taufiq adalah raghbah (rasa harap yang disertai dengan amalan) dan rahbah (rasa takut yang disertai dengan amalan).

Kunci ijabah (sambutan Allah) adalah doa. Kunci cinta akhirat adalah zuhud terhaap dunia. Kunci iman adalah memikirkan perkara yang Allah serukan untukdifikirkan oleh hamba-hambaNya. Kunci untuk menjumpai Allah adalah ketundukan hati dan keselamatan hati untuk-Nya, ikhlas kepada-Nya dalam cinta, benci, berbuat dan meninggalkan sesuatu. Kunci hidupnya hati adalah tadabbur (memperhatikan dan merenungi) al-Qur'an, merendahkan diri waktu sahar (waktu malam sebelum fajar) dan meninggalkan dosa.

Kunci mendapatkan rahmat adalah berbuat ihsan dalam beribadah kepada al-Khaliq (Sang Pencipta) dan berusaha memberi manfaat kepada hamba-hambaNya. Kunci rezeki adalah usaha yang disertai dengan istighfar (permohonan ampun kepada Allah) dan takwa, kunci kemuliaan adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Kunci persiapan diri untuk akhirat adalah memperpendek angan-angan. Dan kunci segala kebaikan adalah kecintaan kepada Allah dan negri akhirat. Sedangkan kunci segala keburukan adalah cinta dunia dan panjang angan-angan.

Ini adalah permasalahan agung yang merupakan permasalahan ilmu paling bermanfaat. Yaitu mengetahui kunci-kunci kebaikan dan keburukan. Tidak ada yang mendapatkan taufik untuk mengetahui dan memperhatikannya kecuali orang yang memiliki bagian dan taufik yang besar."2

Apa yang beliau sebutkan di atas, tidaklah mencakup seluruh kunci-kunci kebaikan. Karena kita tahu bahwa kebaikan itu sendiri tidak terbatas pada apa yang beliau sebutkan. Meski demikian, perkataan itu cukup untuk memberikan gambaran kepada kita bahwa setiap kebaikan pasti ada kunci-kuncinya. Dan beliau juga menyebutkan perkara-perkara agung yang sangat dibutuhkan seorang muslim yang beriman.

Di sana masih ada kunci-kunci kebaikan yang disebutkan pada ulama yang lain. Di antaranya3,

Aun bin Abdillah berkata, "Perhatian seorang hamba terhadap dosanya akan mendorongnya untuk meninggalkan dosa itu. Dan penyesalannya atas dosa itu adalah kunci untuk bertaubat. Seorang hamba senantiasa memperhatikan dosa yang dilakukannya sehingga hal itu menjadi lebih bermanfaat baginya dari pada sebagian kebaikan-kebaikannya."4
Sufyan bin Uyainah berkata, "Tafakkur (berfikir) adalah kunci rahmat. Tidakkah kamu lihat seseorang berfikir lalu bertaubat."5
Al-Hasan berkata, "Kunci lautan adalah perahu-perahu. Kunci bumi adalah jalan-jalan. Sedangkan kunci langit adalah doa."6
Sahl bin Abdillah berkata, "Meninggalkan hawa nafsu adalah kunci surga, berdasarkan firman Allah ta'ala,

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabb-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)7."8

Sufyan berkata, "Dahulu dikatan, diam yang lama adalah kunci ibadah."9
Syaikhul Islam berkata, "Maka kejujuran adalah kunci segala kebaikan, sebagaimana dusta adalah kunci segala keburukan."10
Beliau juga berkata, "Doa adalah kunci segala kebaikan."11
Maka dengan memohon pertolongan kepada Allah, kita akan perinci sebagian dari kunci-kunci kebaikan tersebut, dengan harapan bisa memberi manfaat bagi kita semua.

1 Riwayat Abu Daud (no. 61) dan at-Tirmidzi (no. 3). Dishahihkan al-Albani dalam Shahih al-Jami' (no. 5885)

2 Al-Jawabul Kafi (hlm. 100)

3 Nukilan-nukilan berikut diambil dari risalah Syekh Abdurrazaq al-Badr yang berjudul Mafatihul Khair.

4 Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam al-Hilyah (4/251)

5 Diriwayatkan oleh Abu asy-Syaikh dalam al-Azhomah (no. 39)

6 Disebutkan oleh al-Qurthubi dalam tafsirnya (14/53)

7 Surat an-Naziat ayat 40-41.

8 Disebutkan oleh al-Qurthubi dalam tafsirnya (19/135)

9 Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya dalam ash-Shomt (no. 136)

10 Al-Istiqomah (1/467)

11 Lihat Majmu' al-Fatawa (10/661)

ILMU:
KUNCI UTAMA

Kunci utama kebaikan adalah ilmu. Karena dengan ilmu, seseorang akan mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang mendatangkan cinta dan ridha Allah, dan mana yang akan membawa pada kemurkaan-Nya. Dan dimulai dengan ilmu, seseorang bisa melakukan berbagai amalan. Imam al-Bukhari berkata,

"Ilmu itu (harus ada) sebelum berkata dan beramal."
Dan Rasulullah SAW sendiri telah menegaskan bahwa orang yang dikehendaki baiknya oleh Allah, adalah orang yang diberi pemahaman ilmu agama. Beliau bersabda,

"Barangsiapa yang Allah kehendaki ada kebaikan padanya, niscaya akan Dia pahamkan orang itu dalam perkara agama." [Muttafaq `alahi]
Oleh karena itulah, Allah SWT memerintahkan Nabi-Nya SAW untuk meminta tambahan berupa ilmu. Allah SWT berfirman,

"Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu." [Thaha: 114]
"Wahai Allah, berikanlah manfaat kepada kami dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, dan ajarkanlah kepada kami apa yang bermanfaat bagi kami, dan berikanlah tambahan ilmu kepada kami."

Ameen. Habis~ Nanti ada sambung lagi ni, pasal kunci kebaikan. Insya`Allah.

Wassalam,
SahabatMusleem
Kunci² Kebaikan [1] Kunci² Kebaikan [1] Reviewed by Julia Tarmidi on 8:09:00 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.